Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2019

Sendu perihal maaf

Aku rasa,tulisan yang berjudul "kata yang salah" kurang tepat ku narasikan begitu.. ku ubah agar lebih bijak perihal ini. Jadi teringat, tentang sebuah ungkapan maaf yang kau sampaikan.  Aku jadi melamunkan perihal itu kembali. Tak selayaknya aku buat kata sampai berubah jadi kalimat lalu berbuah sebuah cerita singkat,  Dan itu membuat mu kecewa terlebih marah pada penulis, yaitu aku.  Sekali lagi, dalam tulisan kali ini. Aku tuturkan maaf padamu. Dan terlebih kepada semua orang yang pernah disakiti oleh ku. Perihal rasa mungkin hanya Allah saja yang tahu.   Aku juga ingin sampaikan terimakasih di malam Selasa ini pada mu. Karena, dengan begitu kata khilaf pun menjelma di diriku.  Aku bukan ingin cari perhatian bahkan cari muka supaya kamu lihat aku dan memberi perhatian lebih. Tidak.. aku pun tak tau kalau kau sedetail itu membaca perihal laman blog aku.  Aku tidak mengira kau melihat cerita blog diriku, yang masih dalam pr...

Tak boleh merasa riya'

Ya, kadang kala kita lupa, kata diksi diatas. Banyak lalainya.. pokonya buat Allah kecewa. Semua tertampak hanya untuk di kagumi itu berhujung pada kata riya'. Maka lihat dulu niat. Kalau niat kita untuk mencapai ridhoNya pasti Allah nggak marah sama kita, Ketika kita tahu itu riya' harus kita tinggalkan. Karena, riya' bukan sifat nya orang mukmin, Orang mukmin senantiasa menjaga apa yang Allah kasih ke padanya dengan porsi yang cukup dan di gunakan nya dengan cara yang baik pula. Manfaatnya juga untuk dirinya dan orang sekitarnya. Lebih tepatnya supaya dapat ridho Nya. Menulis kayak aku, gini.. aku nulis bukan karena mau di baca kalian karena aku tahu aku punya cerita yang harus aku bagi. Untuk sesama dan bisa bermanfaat. Untuk "kamu-kamu" yang sedang membutuhkahkan ide, kata-kata, gagasan atau lain sebagainya. Jadi, bukan buat dianggap riya' enggak.. sama sekali. Maaf kalau tulisan aku banyak kasih taunya. Coba kenapa aku menuliskan kayak gini? Biar ...

Di Kenang dan Di ingat selalu

"Manusia kan hanya penuh dusta" "Halah ngapain sholat nanti juga dosa lagi kan" 2 pernyataan yang membuat ku bergeming sejenak tanpa jeda. Disaat orang yang sedang mengayuh kata "dakwah" dalam hati dan aktivitas sehari-hari dan fase manusia yang lalai nan menanti di depan matanya. Sedih.. pasti.. Coba berbalik pada zaman jahiliah di saat Rasulullah saw di hina, di caci dan di maki apa yang rasul ucapkan? Tidak ada bukan hanya bait sabar yang di tanamkan dalam hati. Aku sendu.. ketika Muhammad Hamid di Vidio itu menjemahkan matanya berbinar  lalu berucap "lalu apa yang beliau katakan?" Lalu, ia kasih sengegam pundi uang untuk budak itu menyelesaikan persoalan dunia yaitu hutang. Terharu pasti.. Tapi, wahai para muslimah penjemah taqwa aku beri tahu sedikit mengenai hal indah yang tetanam kuat dalam diri. Terus berjuang tanpa tapi hingga nafas tak lagi berhembus. "Marilah dekatlah rapatkan shaf dan barisan kami hanyalah wanit...

Buku muslimah "Awe inspiring me"

Awe inspairing me From book : Annisa Puteri Kusumadewi Writer : Dewi Nur Aisyah Editing : Suci Amanda Terbit : Cetakan 1 Januari 2017 “Menuntut ilmu merupakan bagian dari perjuangan yang membutuhkan kesabaran, ketekunan  dan  keikhlasan ekstra.” Kutipan diatas adalah buku teristimewanya aku.  Katanya si, istimewa tapi langkah-langkahnya belum juga di buat hihi namanya juga aku. Seiring berjalannya waktu zaman dan aktivitas. aku jadi rindu akan tulisan ini. kata-kata ringan keibuan yang aku pandang sebagai acuan berdiskusi  bukan dengan diri, ini bukan cerpen  hanya ungkapan rindu dari pembaca dengan pengemar bukunya. Titipkan salam ku ya Allah kepada kaka inspirasi ku. “Dewi nur aisyah “ tak sedarah tapi seiman aku yakin kak dewi pun tahu banyak muslimah yang menuggunya termasuk aku. Jadi, ku tunggu lagi kedatangan  yang sempat terlewatkan karena, jadwal aku yang kurang tepat dengan mu kak. Semoga ,kamu terus dalam ketaatan yang terbalut indah d...

Harapan saat idul Fitri

Harapan saat idul fitri Sebelumnya tulisan ini di buat aku mau mengucapkan ke tim nulis yuk, bahwa aku sangat tertarik sekali dengan tantangan menulisnya kali ini, karena ada hal yang memang aku mau rangkum dalam sebuah tulisan, di bulan yang sungguh sangat di nantikan muslim dan muslimah, beberapa pengalaman dan pelajaran dari cerita ini bisa buat renungan untuk ku dan pembaca ya tentunya. Aku harap kalian dapat hikamahnya. Ramadan kali ini, aku merasa ada yang beda dari  Ramadan-ramadan yang pernah ku lewati, karena aku tidak mendapat moment dimana orang-orang sangat menantikannya, ya menahan dahaga dan lapar, hanya wanita yang mendapatkan keistimewaan datang bulan. Pasti yang akhwat (wanita) paham deh masalah yang satu ini. Aku sempat merasa kecewa dan sedih karena, nggak bisa menikmati kenikmatan berbuka dengan keluarga di hari pertama. Tapi, harus ku tetap jalani hari-hari dengan hal-hal yang baik. Karena, di bulan Ramadan ini aku bisa meraih kebaikan  sebanyak-banyakn...